
Sapi-sapi yang berjajar rapi, menunggu pemilik baru...
Terik matahari pagi tidak menyurutkan langkah setiap orang untuk bekerja, karena memang sudah menjadi kebutuhan. Begitu pala, di Pasar Hewan Jetis atau juga dikenal dengan Pasar Pahing (sesuai denganhari pasarannya yaitu setiap pahing) para pedagang mulai subuh sudah menyiapkan daganganya. Penjual warung menyiapkan berbagai macam masakan khas pasar. Sedangkan para penjual hewan biasanya datang setelah matahari bersinar.
Pasar hewan ini terletak kurang lebih 10 KM dari pusat kota ke arah selatan-timur menuju arah Trenggalek. Luas pasar ini sekitar ukuran lapangan sepakbola, namun bila mendekati Hari Raya Idhul Adha luas pasar ini hingga melebar hingga ke perempatan Jetis yang berjarak sekitar 100 M dan ke arah utara sampai jembatan Keyang.
Banyak hal yang bisa kita temui di pasar ini, berbagai jenis sapi dan kambingmerupakan hewan utama di pasar ini. Kadang juga ada yang menjual Kerbau (tapi sekarang kayaknya langka pemilik kerbau). Seperti telah saya ungkapkan di awal, pasar ini sangat ramai sekali jika mendekati Idhul Adha. Berbagai jenis truk baik yang berukuran kecil hingga besar berderet di sepanjang jalan. Bukan hanya dalam kota saja, mobil-mobil luar daerah juga sering berada di pasar ini.
Dari pasar ini pula roda ekonomi masyarakat kecil berjalan mulai dari penjual makanan, pedagang, blantik (makelar), hinggu juru parkir. Adapula jasa memindahkan sapi dari truk ke pasar.
Pasar inimemang strategis letaknya, selain dekat jalan Ponorogo-Trenggalek disampin pasar terdapat Masjid yang siap menampung jika hendak sholat. Namun, kondisi pasar sangat buruk keika musim hujan tiba. Sudah bukan menjadi rahasia umum pasar-pasar tradisonal akan menjadi becek dan berlumpur. Itulah kelamahan pasar tradisonal yang sering menjadi alasan kenapa orang memilih ke pasar modern. Namun, mungkinkah suatu saat sapi-sapi, dan kambing-kambing itu akan dijual di mall atu supermarket??? Semoga saja tidak!!!
Ayo blusukan se-antero Ponorogo, mari mengungkap yang belum terungkap!!! Banyak potensi Ponorogo yang masih terpendam.
Tentang Kotareyog.com : Kotareyog [dot] com adalah blog dan sekaligus aggregator BLOGGER WAROK, sedangkan Blogger Warok sendiri adalah Komunitas Blogger Kota Reyog Ponorogo. Pada awalnya komunitas ini bernama Ponorogo Blogger Community (PBC) dan mulai diperkenalkan sejak pertengahan tahun 2007. Setelah mengadakan NgaBar (Ngangkring Bareng) ato kopdar pertama tanggal 29 Juli 2008, disepakati pula Blogger Warok berdiri. Diharapkan dengan blog ini bisa dijadikan ajang silaturahmi dan tukar informasi antara sesama blogger mapun masyarakat Indonesia pada umumnya dan sekaligus sebagai media informasi yang mengarah pada citizens journalism. Dengan adanya website ini juga bisa mempromosikan Kota Ponorogo yang masih banyak potensi yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat. |
|
| ||||||
Klo ke pasar pahing, jangan lupa mampir ke tempat saiya…
Wongbagoes postingan terakhir.. Melihat Situ Gintung dari Dekat
[Reply]
wealah tuku gule pora pak….
koyo blantik2 ngunu kae…
kwekwekwek…
uenak nuw pak….
au dadi pingin maem gule…
hehehe…
biasane au lek ning pasar kie golek doro dgawe keplek lho…
hehehehe….
hmmm….
postingan yg menarik end sangat memasyarakat sekali pak…
terus berkarya dengan apa yg kita bisa pak..
hehehe…
mamet postingan terakhir.. Cara Buat Blog di Blogger Blogspot
[Reply]
hahahahahahaaa………. idem pasar.
xixixixx
pardicukup postingan terakhir.. Larungan di Telaga Ngebel, Ponorogo [2]
[Reply]
yoow… di pilih pilih…
sapi or kambing……..
he he he…
olip postingan terakhir.. gimana cie?
[Reply]
kalo ndak salah di depan pasar itu ada yang jualan bakso, tapi dari namanya aja udah bikin males makan bakso di situ, kesannya kumuh gitu
DETEKSI postingan terakhir.. Popularitas SBY di atas Soekarno & Soeharto
[Reply]
Hmm… aku sneng dengan suasan pasar itu kang.. cuman baune…
Kalo sampean pasti dah terbiasa..
azaxs postingan terakhir.. Menikah Tidak Harus Mahal
[Reply]
hadew bau kotoran kambing ma sapi yang ga tahan
meylya postingan terakhir.. Demokrasi Bukan?
[Reply]
@det, bakso jemek? (lmao)
[Reply]
aku pernah liwat tapi gak pernah mampir, hahahaha…
gajah_pesing postingan terakhir.. Amazing or Simulating ?
[Reply]
jian tenan okong e sing duwur dewe….. Semox abiz….
Olip lewat……… hahahahhahaha
pardicukup postingan terakhir.. Direktori Seniman Tari Ponorogo
[Reply]
@mamet: lek ke sar pahing biasane tuku sate mBalong ato dikenal sate Kopok., tunggu tuilsan selanjutnya..
Wongbagoes postingan terakhir.. Melihat Situ Gintung dari Dekat
[Reply]
Mantep Pak.. wisata kuliner…SAPI
saya berharap ada tulisan lain yg mengupas per-SAPI-an
mergo…demand di masyarakat makin tinggi
kita coba untuk membuat konsep yg baik
saya butuh itu..
kanan kiri dah mulai banyak peternak2 sapi/penggemukan
ditunggu pak
maturnuwun
Gen postingan terakhir.. My 2nd home
[Reply]
pasar hewan jetis memang salah satu roda perekonomian masyarakat ponororgo terutama masyarakat menengah kebawah.
petruk postingan terakhir.. Memanfaatkan emosi menjadi energi positif
[Reply]
wah semok-semok sapinya
arifudin postingan terakhir.. Jalan-jalan di Jatim Park
[Reply]
wah dikasih bokong sapi?
Anang postingan terakhir.. Pemandangan Pantai Prigi
[Reply]
Jaman biyen nang pasar sapi jetis ono “soto kopok”.
hayo.. sopo sing sih eling…??
jan_mbuh postingan terakhir.. batas usia bateray laptop
[Reply]
wwaaaahhhhhhhhhh bau na loh sampe sini
wakakakakakak
dinda_cute postingan terakhir.. Misteri Ambulance
[Reply]
@sate kopok gilani pak
[Reply]
tuku kenur go lanyangan biasane akuh
unting postingan terakhir.. Tips “Halal” Membuat file PDF dengan OpenOffice
[Reply]
njalok satene pak….
mamet postingan terakhir.. sakit hati
[Reply]
Baunya sampe rumahnya wong bagoes… sumpah !!!
iephe postingan terakhir.. COKLAT
[Reply]
@iephe: Hahahhaha….
[Reply]