
Suasana Rumah Kasih Sayang desa Krebet
Pagi menjelang siang, suasana di rumah kasih sayang tampak ramai dengan beberapa aktifitas. Terlihat beberapa orang dengan kebutuhan khusus (ODK) sedang mengikuti pelatihan keterampilan. Dengan sesekali bercanda mereka mengikuti arahan dari pembimbing mereka, yang juga relawan disana. Meski mereka memiliki kekurangan, namun dengan kesabaran, ketekunan dan ketelatenan para relawan yang membimbing, secercah harapan untuk menjadi lebih “normal” itu pun muncul.
Minggu pagi (25/12) Kotareyog berkesempatan mengunjungi Rumah Kkasih Sayang di desa Krebet kecamatan Jambon Ponorogo. Sebuah desa yang akhir-akhir ini marak diberitakan berbagai media nasional, dengan julukan “desa idiot.” Ya, disini memang sebagian penduduknya menderita penyakit tersebut.
Beberapa desa di kecamatan Jambon memiliki warga idiot (ODK), namun kebanyakan berada di desa Krebet dan desa Sidoharjo. Dari kedua desa tersebut, tercatat 400 orang lebih mengalami idiot. Tiga puluh orang diantara mereka berusia produktif, sedang lainnya manula.
Beruntung di desa Krebet terdapat Rumah Kasih Sayang. Disanalah pembinaan terhadap ODK digalakkan.
Rumah Kasih Sayang yang di resmikan oleh Menteri Sosial RI Salim Segaf Al Jufri pada tanggal 11 Juli 2011 tersebut berada di dukuh Pakis Desa Krebet. Rumah Kasih Sayang yang menjadi pilot projek Kementerian Sosial tersebut saat ini memiliki 25 relawan.
Asih, ketua koordinator Rumah Kasih Sayang menjelaskan kepada Kotareyog, Rumah Kasih Sayang memiliki berbagai kegiatan bimbingan dan pembinaan untuk mereka. Diantaranya dengan mengadakan bimbingan sosial dan keterampilan setiap hari minggu, bimbingan agama dan mengaji, rehabilitasi sosial berbasis keluarga serta Phisio Therapy yang diadakan oleh dr Pretty beserta para relawan setiap hari Selasa dan Kamis.
Saat kami mengunjungi Rumah Kasih Sayang hari minggu kemarin, terlihat mereka sedang asyik mengikuti bimbingan keterampilan. Mereka membuat karpet dari kain, serta membuat karangan bunga. Untuk saat ini memang hasil karya mereka belum dipasarkan, namun Arif, salah satu relawan menuturkan, tahun depan direncanakan akan ada bazar khusus karya orang-orang ODK. Diharapkan kedepan mereka bisa lebih mampu berkarya.

Salah satu ODK sedang membuat karpet kain
Selain sebagai pusat bimbingan, Rumah Kasih Sayang juga menjadi dapur umum. Tidak kurang dari 204 bungkus nasi dikirim dari sini kepada sejumlah ODK yang memang sudah tidak mampu memasak. Mereka mengirimkan kepada mereka sehari tiga kali. Anggaran tersebut didapatkan dari dinas sosial. Dan saat ini mereka menunggu pencairan anggaran untuk tahun 2012. Jika saja anggaran belum cair, maka dipastikan para ODK akan mengalami kesulitan kembali.
Meski Rumah Kasih Sayang menjadi pilot project Kementerian Sosial, namun jangan dikira bangunan seluas 7,5×12,5 meter tersebut berupa bangunan dengan fasilitas lengkap, karena memang bangunan disini sekedar bangunan dengan ruangan terbuka dengan satu ruangan lainnya bersekat dibelakang yang difungsikan sebagai dapur. Besar harapan kedepan bangunan ini bisa menjadi asrama, sehingga penanganan ODK menjadi lebih mudah dan maksimal.
Ditengah kesederhanaan dan kekurangan yang ada, semangat para relawan harus mendapatkan apresiasi. Bagaimana tidak, seakan melupakan kepentingan individu, mereka fokus memberikan bimbingan, dengan sabar dan telaten, sehingga ODK yang semula merasa terbuang dan terkucilkan seakan mendapatkan kehidupan mereka kembali. Di Rumah Kasih Sayang, asa itu kembali terajut.
Mari kita berbagi.
Tentang Kotareyog.com : Kotareyog [dot] com adalah blog dan sekaligus aggregator BLOGGER WAROK, sedangkan Blogger Warok sendiri adalah Komunitas Blogger Kota Reyog Ponorogo. Pada awalnya komunitas ini bernama Ponorogo Blogger Community (PBC) dan mulai diperkenalkan sejak pertengahan tahun 2007. Setelah mengadakan NgaBar (Ngangkring Bareng) ato kopdar pertama tanggal 29 Juli 2008, disepakati pula Blogger Warok berdiri. Diharapkan dengan blog ini bisa dijadikan ajang silaturahmi dan tukar informasi antara sesama blogger mapun masyarakat Indonesia pada umumnya dan sekaligus sebagai media informasi yang mengarah pada citizens journalism. Dengan adanya website ini juga bisa mempromosikan Kota Ponorogo yang masih banyak potensi yang belum dikenal secara luas oleh masyarakat. |
|
| ||||||
kok gak ada gambarnya mas?
[Reply]
@bu dokter. niku wonten photonipun… hee.. baru di upload
[Reply]
walah… ternyata ada to… kampung idot… tak kiro itu cuma kata kata ilustrasi… tibako tenana…
yah… semoga sang relawan diberi kesabaran … dan mendapatkan balasan yang setimpal dari apa yang telah mereka berikan…
[Reply]
Kalau blogger ngawi nglurug ke desa itu ada penuntunnnya nggak mas dari situ
hihi ngarep
[Reply]
@vicky
sebenarnya itu memang ilustrasi saja mas, nama desanya bukan Kampung Idiot, tapi memng hanya kata2 itu yang tepat menggambarkan suasana disana.
Amiin.. saya sangat salut kpada para relawan..
@mawar hitam
sangat siuap mas! silahkan hubungi kami…
[Reply]
Semoga ini awal untuk bersama-sama belajar tentang arti berbagi sesama dengan nyata. #macak idealis
[Reply]
wah, padahal tidak terlalu jauh dari rumah saya, tapi kok saya baru tahu ya, kalau ada rumah kasih saya di desa Krebet
#katrok saya
[Reply]
@bend
siip… #blogger idealise metu
@ronie
weh, rumah sampean dimana mas? kapan2 kalo kesana lagi kan bisa mampir
[Reply]
saya dulu juga pernah lihat di TV di daerah balong juga ada kampung ideotnya mas,betul gak itu. . ?
[Reply]
gambare kok modhot wkkwkkkkk
[Reply]
@bajangsite
betul mas.. di patihan kidul dan pandak
@antechno
dibeberapa komputer modot mas, tapi disini ndak.
masalah koneksi. kalo koneksi bagus ga modot..
[Reply]
Ponorogo memang kaya
[Reply]
Kotareyog pun mempunyai beberapa member yang idiot perlu santunan…
sisihkan sekeping dolar anda untuk mereka…
[Reply]
salam kenal semua
[Reply]
kenapa mesti kampung idiot?? yang kasih nama itulah sebenarnya yang idiot!! WTF.
[Reply]
@azax : kelihatannya masalah resolusi monitor mas.. wkkkk
disini pakek LCD jadi modhot..
[Reply]
jiah, kabeh ko senengane modot modot seh? lha aku lo gak modot-modot iki.
[Reply]
Ini yang ditunggu, melihat sisi yg lain dari Ponorogo…
[Reply]
mantap, suka sekali.
[Reply]
Semoga semakin banyak yang peduli.
[Reply]
sebenarnya ngak pantas dibilang “kampung idiot” karena ternyata bukan satu kampung yang idiot tapi sebagian kecil saja, dana itu juga generasi terakhir dari keluarga yang memiliki kelainan gen tersebut. Intinya adalah berita bohong kalo Desa Krebet adalah “Kampung Idiot/Gila”. Yang bener adalah Bupati ponorogo yang ngak tanggap sama warganya yang mengalami kecacatan fisik maupun mental….sehingga terpaksa harus di blow-up seperti ini…
[Reply]