Pertunjukan Reyog Malam Bulan Purnama
Kemarin, tanggal 20 Januari 2011, diadakan pertunjukan reyog malam bulan purnama di aloon-aloon Ponorogo. Sepereti namanya, even itu diadakan setiap malam bulan purnama setiap bulannya. Acara yang cukup menarik untuk menarik wisatawan dan mengembangkan kesenian asli Ponorogo ini aku rasa.
Dalam pertunjukan kemarin malam, aku merasa bahwa acara pertunjukan reyog malam bulan purnama itu hanyalah sekedar rutinitas yang dilakukan setengah hati saja. Sudah tahu sedang musim hujan, tidak disediakan peneduh, walaupun hanya pada panggung pertunjukan saja. Saat pertunjukan reyognya sendiri, pada awalnya terlihat adanya keraguan dari Bujang Ganong, yang memang dalam atraksinya yang selalu enerjik dan beberapa adegan salto. Selain itu, “kesetengahhatian” dalam mendatangkan wisatawan sangat terlihat jelas dari kursi penonton yang disediakan. Aku merasa bahwa acara itu hanya ditujukan untuk aparat pemerintahan, grub kesenian dan undangan saja. Bahkan, saat ada orang yang sedang membuat dokumentaasi dari kegiatan tersebut dan masuk ke dalam “area berpagar” orang-orang tersebut diusir oleh satpol PP dan menyuruh mereka keluar dari area yang diberi pagar tersebut.
Tapi dibalik itu semua, pertunjukan reyog malam bulan purnama ini pantas mendapatkan applause dari kita. Bagaimanapun, dengan adanya kegiatan itu bisa mempertahankan kebudayaan asli Ponorogo itu dari gempuran budaya-budaya barat dan untuk dapat terus memeliharanya dari kepunahan.
Untuk acaranya sendiri dimulai jam berapa aku kurang tahu, yang pasti saat datang ke aloon-aloon jam delapan malam disuguhi tampilan tari dari beberapa sanggar. Salah satu yang memeriahkan acara tari ini adalah dari SMA 3 Ponorogo, dan baru pada puncak acara ditampilkan tari reyog. Grub reyog yang ditampilkan pada tanggal 20 Januari ini adalah grub reyog dari Desa Ngebel.
Satu hal yang ternyata cukup membanggakan -setidaknya menurut penulis- bahwa masih banyak anak muda yang tertarik untuk menonton pertunjukan reyog ini, bahkan walaupun dengan fasilitas yang sangat-sangat-sangat minim dan ditengah menjamurnya warung internet dan makin bertebarannya cafe di Ponorogo ini. Mereka menonton dari awal acara sampai pertunjukan utama tari reyog selesai pada pukul 22.13 -setidaknya yang tercatat di daftar rekaman tari reyog yang penulis miliki-.
Apapun motif mereka menonton pertunjukan reyog ini, apakah karena tugas atau karena memnag senang menonton pertunjukan reyog, tapi mereka memperhatikan dengan baik, tidak seperti yang penulis lakukan dulu kalau memang itu karena tugas
Harapan dan harapan, semoga pada pertunjukan reyog malam bulan purnama bulan depan bisa terselenggara dengan lebih baik dan bisa terus menjaga keberlangsungan tari reyog ini di hati para pemuda Ponorogo pada khususnya.
Gambar diambil dari Samsung Galaxy 5, maaf kalo ngeblur. Video tari bisa dilihat di http://videobin.org/+3br/3mz.html
Kategori : Wisata Tag : festival reyog, pertunjukan reyog, reyog ponorogo






Love REOG Ponorogo
grimis2
wah sudah lama tidak menyaksikan reyog ponorogo.. biasanya di surabaya tiap minggu pagi juga ada lho di balai pemuda d
kok kayaknya sepi banget ya????
Aku suka reog….makasih infonya…:)
oh tidak bisa….
Pertunjukan untuk malam bulan purnama dibulan April tanggal berapa yah? coz koe mo kesana….
@wie, dilihat aja dari kalender, tanggal 15 penanggalan jawa pada bulan april ini jatuh pada tanggal berapa. ato sampean bisa menghubungi para admin yg ym nya ada di bagian bawah blog ini, kungkin mereka bisa membantu. saya sendiri saat ini posisi di kalimantan, jadi mohon maaf ya………
krna di psahkan jarak dan waktu q gak bisa nonton,ayo poro dlondonge wong ponorogo pertahankan warisan budaya nenek moyang qta!!!!!!
aku mencintai reog
wah..seru nih, jadi semakin cinta dengan budaya sendiri, hehehe…